Best Advertise Site

Berburu dengan sumpit, merupakan keahlian dari suku Dayak Kalimantan.

"Sumpit Deadly Weapon of Dayak"

Sumpit adalah alat berburu berupa sebatang kayu ulin berlobang, batang kayu ulin ini berfungsi sebagai laras senjata untuk meluncurkan peluru sumpit.

 

Cara membuat senjata tradisional sumpit sangat sulit dan membutuhkan keahlian khusus.

Suku Dayak menggunakan kayu jenis ulin atau biasa dikenal dengan kayu besi, kelebihan bahan ini adalah kuat, tidak lapuk, dan sangat halus jika raut dengan benar sehingga sangat unggul untuk bahan senjata.

 

Adapun cara membuatnya adalah ;

1. Balok kayu ulin dipilih yang tua, lurus, dan tudak ada buku-buku.

2. Kayu balok tersebut dipasang pada alat penggerek tradisional.

Alat penggerek ini dibuat menggunakan kincir yang digerakan oleh air terjun,ujung as kincir dipasang pisau yang berfungsi menggerek membuat lobang pada balok ulin.

3. Balok yang berlobang di raut halus membentuk pipa dengan ketebalan dinding bervariasi, panjang sumpit juga bervariasi sesuai kebutuhan.

4. Peluru dibuat dari rotan kering dan ringan yang dipotong kurang lebih 5 – 10 cm, pada ujung rotan dipasang mata pisau lancip, mata pisau ini berfungsi seperti mata anak panah. dan sudah lajim mata pisau ini direndam dalam cairan racun mematikan, racun ini dikenal dengan “wisa”.

Sumpit merupakan senjata tradisional Suku Dayak yang ampuh, mematikan serta bekerja dengan keheningan, sangat akurat untuk berburu segala jenis hewan.

About these ads

Comments on: "Sumpit Deadly Weapon of Dayak Ethnic" (1)

  1. amazing….weapon absolutly

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: